- Eliano menyaksikan pengurangan waktu pertandingan yang dia mainkan.
- Terhubung dengan salah satu tim di Malaysia
- Mengungkapkan keinginan untuk terus bekerja di Eropa
APA YANG TERJADI?
Dalam seminggu terakhir, nama pemain tim nasional Indonesia Eliano Reijnders dihubung-hubungkan dengan dua klub dari Malaysia, yakni Selangar FC. Informasi ini diberitakan oleh seorang jurnalis asal negara tetangga, Avineshwaran Taharumelengan, melalui akun X-nya yang pribadi. Ketika dimintai komentar tentang hal ini, Eliano mengaku telah mendengar berita tersebut dan hanya bisa tertawa besar atas spekulasi tersebut.
GAMBARAN BESAR
Eliano melihat pengurangan waktu bermainnya di musim ini. Dia telah berpartisipasi dalam 17 pertandingan, tetapi sebelas kali datang saat dia menjadi pemain cadangan. Ini sangat bertolak belakang dengan catatan musim lalu dimana ia memiliki general 32 penampilan, dengan 24 sebagai beginning participant dan berhasil mencetak tiga gol. Meskipun begitu, Eliano bersikeras bahwa dia tak berniat untuk pindah dari PEC Zwolle, hal tersebut disebabkan oleh adanya klausul kontrak sampai musim panas 2027 yang pernah diperbarui pada Desember 2024.
APA YANG DIKATAKAN ELIANO?
“Hahaha, aku pun sudah mendengar itu. Aku lebih memilih untuk tetap bermain di Zwolle, di Eredivisie, atau paling tidak di Eropa, sebab usiaku masih terbilang muda,” ujar sang pemain junior yang merupakan saudara laki-laki dari bintang AC Milan, Tijjani Reijnders, dengan tegas.
Tetapi untuk masalah tersebut, Anda harus menghubungi bapak saya. Sedangkan saya hanya berkonsentrasi pada satu hal: bermain dengan aman di Zwolle.
LEBIH JAUH LAGI
Eliano kembali berada di beginning 11 ketika PEC Zwolle dikalahkan oleh Feyenoord dengan skor telak 4-0. Dia bahkan tetap dimainkan sampai akhir laga. Eliano merasakan kegembiraannya karena memperoleh kesempatan ini setelah terakhir kali pada tanggal 18 Januari saat mereka berhasil mengalahkan PSV Eindhoven dengan ranking 3-1.
“Sudah sangat dulu hal tersebut. Sesudah pertandingan away menghadapi PSV, saya jatuh sakit dengan demam tinggi 40 derajat, dan Olivier [Aertssen] pun menyusun strategi untuk mengejar peluang itu. Momen musim ini seolah-olah arus gelombang yang tak henti-hentinya,” papar sang bapak tunggal tersebut.
