April 2, 2026
Tak Rela Lagi Jadi Cadangan di AC Milan, Luka Jovic Demam Perpanjang Kontrak 2 Tahun


Setelah akhir-akhir ini konsisten mencetak gol, Luka Jovic disebut-sebut enggan untuk menandatangani perpanjangan kontrak tahunan dengan AC Milan.

Jovic baru-baru ini sukses menarik perhatian.

Penyerang asal Serbia itu telah lama tidak dilihat sebagai pemain kunci di Milan.

Dia hanya jadi opsi serangan terakhir setelah sebelumnya masih ada Alvaro Morata dan saat ini adalah Santiago Gimenez beserta Tammy Abraham.

Akan tetapi, baru-baru ini Jovic mulai konsisten dalam menceploskan bola ke gawang lawan.

Mulai tanggal 30 Maret, dalam 5 pertandingan di seluruh kompetisi, sang pemain yang lahir pada 23 Desember 1997 telah mencetak 4 gol.

Dua gol barunya membuat AC Milan menaklukkan Inter Milan dengan skor telak 3-0 pada pertandingan kedua babak semifinal Coppa Italia.

Perlahan-lahan, mantan pemain Actual Madrid itu justru menggeser posisi Gimenez dan Abraham ke bangku cadangan.

Pada tiga pertandingan terakhir di Serie A dan Coppa Italia, Luka Jovic secara konsisten dimainkan sebagai pemain utama.

Dengan perubahan yang ia alami, Jovic menjadi lebih yakin tentang masa depanya di Milan.

Menurut laporan dari Los angeles Gazzetta dello Recreation, kini Jovic sedang mendorong timnya agar segera memberikan perpanjangan kontrak padanya untuk dua tahun ke depan.

Direkrut di tahun 2023, kontrak kerja Jovic menjadi sangat istimewa.

Awalnya dia menandatangani kontrak untuk satu tahun dan kemudian kontrak tersebut diperpanjang selama satu tahun lagi pada musim panas yang lalu.

Pada saat menyetujui kesepakatan kontrak terbarunya, sang atlet yang merupakan hasil dari akademi sepak bola Purple Big name Belgrade termasuk klausa perpanjangan berdurasi 1+1+1.

Maknanya, Milan hanya akan memperbarui kontraknya setiap tahun berdasarkan kinerja dari penyerang tersebut.

Kontrak Jovic serupa dengan karyawan yang memiliki PKWT atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu di negeri kita.

Biasanya, kontrak pekerja jenis ini dapat diperbarui setiap tahun tergantung pada kinerjanya.

Jovic enggan dianggap sepele lagi.

Dia merasa telah layak menerima kepercayaan dari Milan untuk memiliki kontrak yang lebih stabil dibandingkan dengan perpanjangan tahunan.

AC Milan sepertinya tak memiliki masalah dengan tuntutan Jovic.

Apabila pesepak bola dengan tinggi 181 cm ini dapat mempertahankan performa produktifnya dalam menciptakan gol hingga akhir musim 2024-2025, maka akan semakin menarik.

Memperbarui kesepakatan kontrak untuk Jovic akan lebih sederhana bagi Milan dibandingkan dengan Abraham.

Sebab itu, untuk mengaktualisasi kembali kontrak Abraham, Il Diavolo Rosso masih perlu melakukan negosiasi dengan tim pemilik pemain tersebut, yakni AS Roma.

Ada kemungkinan Roma bersikeras menjual Abraham secara permanen dengan harga yang bisa jadi tidak cocok dengan dana yang dimiliki Milan.