April 2, 2026
Tol Senilai 34 Triliun Rupiah Siap Dipbangun, Gubernur Al Haris Bertujuan Memacu Perekonomian Jambi


PR GARUT –

Pemerintah Provinsi Jambi sekali lagi mencatat kemajuan signifikan dalam sektor infrastrukturnya. Dengan dukungan dari Gubernur Al Haris, provinsi ini akan menyambut sebuah proyek bergengsi yang diperkirakan bakal berperan sebagai jalur penting untuk konektivitas antara provinsi lainnya di Pulau Sumatera. Proyek tersebut merupakan

Jalan Tol Jambi-Rengat

sepanjang

198 kilometer

yang direncanakan sebagai bagian tersambungnya jalur terpanjang dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Jalan Tol Jambi-Rengat bakal menyambutkannya antara Propinsi Jambi serta Propinsi Riau, menjadikannya lebih cepat untuk bepergian di darat antara dua daerah ini. Seandainya dulu pergi dari Jambi sampai Rengat mungkin butuh waktu cukup lama akibat kemacetan lalu lintas dan situasi jalur nasional yang kurang baik, maka durasi itu dapat dikurangi hingga hanya sekitar 2 jam. Hal ini disebabkan oleh laju ratarata jalan tol yang didesain mendekati angka 110 kilometer tiap jam.

Jalan tol ini bukan sekadar ikon dari hubungan fisik yang lebih baik, melainkan juga bakal menghidupkan banyak kesempatan ekonomi baru untuk warga Jambi. Karena jalan tol tersebut telah dimasukkan ke dalam Daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), hal itu pun mencerminkan komitmen penuh pemerintahan pusat pada pengembangan sarana prasarana di wilayah bagian tengah Sumatera.

Diresmikan dengan perkiraan nilai investasi sekitar

Rp 34,19 triliun

Proyek ini merupakan langkah penting untuk mendukung percepatan pembangunan dan perkembangan ekonomi di Provinsi Jambi. Diharapkan dengan adanya jalur tol tersebut akan mempercepat gerakan orang dan komoditas, meningkatkan efisiensi sistem distribusi, serta mengundang lebih banyak modal asing ke berbagai bidang, khususnya perkebunan, industri, dan pariwisata.

Walaupun memiliki potensi signifikan, proyek Jalan Tol Jambi-Rengat tetap menghadapi beberapa hambatan. Kendala paling utama ialah padetnya rute distribusi logistik, lebih-lebih di daerah Rengat, Riau; suatu tempat yang populer dengan produksinya yakni kelapa sawit. Kecenderungan jumlah truk berbeban berlebih saat melintasi Riau menuju Jambi mewajibkan adanya persiapan mendalam untuk pelaksanaannya, terutamanya berkaitan dengan segmen penataan arus lalu lintas pada periode pembangunan tersebut.

Untuk menyelesaikan masalah aksesibilitas dan konektivitas, Gubernur Al Haris telah mencadangkan pembuatan Jembatan Batanghari 3. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan sambungan lalu lintas tambahan yang important guna memperbaiki efisiensi aliran kendaraan, terutama ke dan dari jalur highway tersebut. Selain itu, adanya jembatan baru ini bakal memberdayakan pertumbuhan ekonomi warga setempat di wilayah Sungai Batanghari, tempat hingga saat ini mereka masih kesulitan dengan mobilitas.

Tindakan Gubernur Al Haris dalam menyediakan jalan toll ini mencerminkan dedikasinya untuk memajukan Jambi. Menggunakan visi untuk menjadikan Jambi sebagai provinsi yang tersambung dengan baik dan bersaing secara nasional, Al Haris terus mendukung pembangunan infrastruktur penting yang memiliki dampak signifikan bagi kesejahteraan warganya. ***